Pada hari Kamis dan Jumat, anak-anak mengerjakan proyek-proyek yang dipilih secara individu dengan topik keanekaragaman dan budaya dunia. Mereka dapat menemukan, merancang, dan merasakan pengalaman yang berbeda sesuai dengan minat mereka.
- Proyek Mr Krage adalah tentang festival makanan internasional. Anak-anak mempelajari resep dari berbagai negara dan menjelajahi kuliner khas dari seluruh dunia.
- Ibu Busch dan Ibu Albers-Schreurs berfokus pada tarian dan permainan gerakan dari berbagai budaya. Pertama, anak-anak menari bersama di ruang musik, kemudian permainan aktif di halaman sekolah memastikan banyak gerakan dan kesenangan.
- Bapak Salzmann menawarkan "Permainan olahraga di seluruh dunia". Di aula olahraga, anak-anak mengalami berbagai permainan gerakan di mana semangat tim, keadilan, dan rasa kebersamaan memainkan peran penting.
- Dalam proyek Nyonya Melchers, anak-anak melihat sejarah penulisan. Mereka belajar tentang persamaan dan perbedaan antara berbagai sistem penulisan dan mengembangkan naskah kreatif mereka sendiri.
- Ibu Huesmann dan Ibu Terhuerne berfokus pada cerita-cerita dari seluruh dunia. Anak-anak mendengarkan cerita yang diceritakan oleh anak-anak dari berbagai negara, mencoba permainan yang sesuai, belajar tentang minuman khas dari berbagai negara, dan merancang kegiatan kerajinan tangan dan melukis berdasarkan cerita yang mereka dengar.
- Ibu Flucht memberikan wawasan tentang agama-agama di dunia. Fokusnya adalah pada keterbukaan, keingintahuan, dan pendekatan yang penuh hormat terhadap agama-agama yang tidak dikenal.
- Dalam proyek Mr Zellner "Keliling dunia dengan seni", anak-anak melihat karya-karya seni yang khas dari berbagai negara dan merancang karya kreatif mereka sendiri berdasarkan berbagai model.
- Ibu Dalhaus mengajak anak-anak untuk mengenal musik dari seluruh dunia. Anak-anak mendengarkan musik-musik khas dari berbagai negara dan kemudian merealisasikannya secara kreatif dan artistik.
- Ibu Nadermann menemukan dan memainkan permainan papan dari seluruh dunia. Anak-anak belajar tentang permainan yang dimainkan oleh anak-anak di berbagai negara. Akhirnya, setiap anak membuat permainan mereka sendiri.
- Dalam proyek stop-motion Ibu Essink, anak-anak mendesain bendera pribadi mereka yang mencerminkan karakteristik, minat dan hobi mereka. Mereka kemudian menjelaskan ide-ide mereka dengan bantuan video stop-motion yang mereka buat sendiri.
- Ibu Saalmann dan Ibu Duesmann mengajak anak-anak untuk melakukan perjalanan kecil keliling dunia. Anak-anak belajar tentang berbagai negara melalui permainan, seni dan kerajinan tangan, aktivitas gerak dan banyak petualangan. Paspor yang dirancang sendiri secara bertahap diisi dengan kesan-kesan baru.
- Ibu Overmeyer menciptakan pohon keragaman sebagai proyek bersama. Setelah membaca buku bergambar "Das Vier-Farben-Land" ("Negeri Empat Warna") dengan lantang, sebuah gambar lantai dirancang bersama dan kemudian pohon keanekaragaman diimplementasikan secara kreatif.
- Di "Taman Keanekaragaman" milik Nyonya Thröner, anak-anak mendesain pot-pot bunga dan menanamnya. Mereka juga belajar tentang tempat tumbuhnya buah, sayuran dan rempah-rempah dan dari mana asal makanan yang berbeda.
- Ibu Hoppe memperkenalkan berbagai budaya dan benua. Anak-anak dapat memilih berbagai macam kegiatan kerajinan tangan dan membuat penangkap mimpi, bumerang, lentera, topeng, dan kalung, misalnya.
- Dalam proyek Nyonya Targas, anak-anak melihat pakaian dari seluruh dunia dan belajar tentang gaya busana yang berbeda dan karakteristik budaya.
- Ibu Abbing berfokus pada pesan "Secara individu kita unik - bersama-sama kita adalah sebuah mahakarya!". Setiap anak merancang potongan puzzle yang mengekspresikan kepribadian dan kreativitas mereka masing-masing. Pada akhirnya, semua potongan puzzle digunakan untuk membuat puzzle keberagaman yang besar sebagai simbol kohesi dan kebersamaan.
Hari-hari proyek ini menawarkan berbagai kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal perspektif baru, berkreasi, dan merasakan pentingnya keberagaman, keterbukaan, dan komunitas dalam berbagai cara.
